Inggris Jadi Tuan Rumah Euro 2020, Roy Hodgson Antusias

Penunjukkan Wembley sebagai penyelenggara semi-final dan final Euro 2020 dinilai Hodgson akan memberikan suntikan motivasi bagi youngster The Three Lions.

 


Hodgson girang Inggris jadi tuan rumah.

 

Pelatih timnas Inggris Roy Hodgson menyambut positif penunjukkan Wembley Stadium sebagai tuan rumah semi-final dan final Euro 2020.

Jumat (19/10) kemarin, UEFA secara resmi mengumumkan tuan rumah Euro 2020 yang akan dihelat di banyak negara. London terpilih sebagai penyelenggara dua semi-final dan satu final, sementara Munich, Roma, St Petersburg, dan Baku masing-masing menyelenggarakan satu perempat-final dan tiga partai fase grup. Ini adalah kali pertama Inggris menggelar Euro setelah pada 1996.

Hodgson menilai, terpilihnya Wembley ini akan memberi suntikan semangat bagi pemain muda Inggris saat ini seperti seperti Raheem Sterling, Jack Wilshere, Phil Jones, dan Danny Welbeck untuk bisa bersinar  di turnamen tersebut.

“Sungguh luar biasa bahwa pada tahun 2020 kami akan menjadi tuan rumah final dan semi-final Euro. Ini sungguh positif, terutama bagi pemain muda yang saat ini tengah berkembang. Jika pemain muda saat ini tidak memanfaatkan hal tersebut [Inggris tuan rumah Euro sebagai pelecut, maka itu adalah sebuah kesalahan besar,” ujar Hodgson.

“Pada 2020, mereka akan mencapai usia 27 hingga 29. Kondisi ini akan sangat berguna karena saat ini karier mereka di level tertinggi sedang dimulai. Dan pada Euro 2020, mereka bisa menyempurnakannya dengan bermain di dua laga di Wembley.”

“Saat ini, target kami tetaplah Euro 2016 di Prancis. Jika kami bisa melakukannya, hal itu akan menambah kepercayaan diri bagi mereka di Piala Dunia 2018. Dan pada 2020, beberapa di antara mereka akan melakoni turnamen kelimanya. Inilah pengalaman yang tidak akan bisa dibeli,” tandasnya.

21  September  2014  www.interbola.com

Massimiliano Allegri: Kemenangan Di San Siro Bukan Balas Dendam

Setelah dipecat Milan pada Januari lalu, Allegri langsung mampu membawa Juventus unggul atas mantan klubnya itu.

 


Allegri tak ada dendam dengan Milan.

 

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menegaskan, dirinya tidak menganggap kemenangan 1-0 atas AC Milan sebagai ungkapan balas dendam kepada bekas klubnya itu.

Setelah dipecat Milan pada Januari lalu, Allegri kembali ke San Siro pada Minggu (21/9) dini hari WIB tadi namun sebagai pelatih tim lawan. Hasilnya, gol Carlos Tevez di menit 71 setelah mengonversi umpan cantik Paul Pogba sudah cukup untuk menjaga kesempurnaan Juventus di Serie A Italia musim 2014/15 ini.

“Ini bukanlah laga yang normal. Akan munafik jika saya berkata sebaliknya. Di Milan, saya mengalami momen-momen intens, tetapi kemenangan di laga ini bukanlah tentang balas dendam,” ujarnya kepada Sky Sport Italia selepas laga.

“Saat ini, saya adalah pelatih Juventus. Saya beruntung dan bangga mampu melatih skuat ini. Tetapi bersama Rossoneri saya pernah menjalani periode penting dalam karier saya. Di sana, saya punya banyak kepuasan.”

Menanggapi beberapa suporter di San Siro yang mengejek dirinya, Allegri menanggapi, “Hal ini adalah normal sebagaimana dua klub memang punya rivalitas sengit. Meski mereka kalah, saya yakin Milan mampu bersaing di tiga besar. Bagi kami. Ini adalah laga sulit melawan salah satu rival scudetto.”

21 September  2014    www.interbola.com

Zidane Terancam Hukuman Berat

Zinedine Zidane (Foto: Charles Platiau/Reuters)

MADRID – Zinedine Zidane dituduh melatih tim Real Madrid B tanpa lisensi yang disyaratkan. Jika terbukti bersalah dia bisa dijatuhi hukuman yang cukup berat, yakni pencekalan maksimal selama enam bulan.
 
Asosiasi Pelatih Spanyol (CENAFE) sudah mengajukan keberatan atas status Zidane sebagai pelatih Real Madrid B sejak awal musim ini. Legenda sepakbola Prancis dan Madrid itu dianggap tidak memiliki lisensi yang tepat dan dibutuhkan untuk menduduki kursi pelatih Real Madrid B.
 
Seperti yang dberitakan oleh Football Espana, Sabtu (20/9/2014), bukti berupa dokumen dan rekaman video sudah dikirim ke Komite Kompetisi Spanyol dan menunjukkan bahwa pria berusia 42 tahun itu memang menjadi pelatih kepala Real Madrid B. Sementara itu kubu Madrid menyangkal kabar tersebut dengan menyebut bahwa Zizou–julukan Zidane– hanya merupakan asisten pelatih dari Sergio Sanchez.
 
Zidane dituding telah melanggar aturan 104, yang membuatnya bisa dikenai hukuman antara empat hingga 20 pertandingan atau satu sampai enam bulan pencekalan.
 
Kabar bahwa Zidane yang tersangkut masalah hukum menambah kekecewaan bagi Real Madrid B. Tim tersebut terdegradasi ke kasta ketiga di musim lalu dan sementara ini masih duduk di posisi ketiga dari bawah setelah menelan tiga kekalahan dari empat laga pertama yang sudah mereka lakoni.

21-09-2014     www.interbola.com

 

 

 

 

Martinez Cocok Tangani Real Madrid atau Barcelona

Roberto Martinez. (Foto: Dylan Martinez/Reuters)

LONDON – Manajer Crystal Palace, Neil Warnock, percaya bahwa Roberto Martinez punya potensi untuk menangani klub raksasa Spanyol suatu saat nanti. Menurutnya, klub sekelas Real Madrid atau Barcelona sangat lah cocok dengan gaya pelatih yang juga berasal dari negara kedua klub tersebut.

Warnock mengungkap bahwa ia sangat terkesan dengan perjalanan karier mantan pelatih Swansea itu. Ia kagum melihat Everton mampu duduk di peringkat kelima Premier League, di musim perdana mereka bersama Martinez.

"Saya pikir pekerjaan yang pas untuk dia berikutnya ada di dua klub top Spanyol. Saya pikir dia adalah tipe manajer seperti itu, yang melakukan semuanya dengan benar," tutur Warnock seperti dilansir Sportsmole, Minggu (21/9/2014).

"Ia membangun semuanya dari bawah, dia menangani semua hal dan para pemain ingin bermain untuk dirinya," pungkasnya.

Palace akan menghadapi Everton di duel Premier League yang akan berlangsung hari Minggu (21/9) malam WIB di Goodison Park.

21-09-2014     www.interbola.com

 

Arsene Wenger Tak Ragu Arsenal Akan Juara

Arsene Wenger yakin kans juara Arsenal musim ini

Manajer Arsene Wenger menegaskan Arsenal tidak pernah meragu perihal bersaing di lintas juara Liga Primer Inggris musim ini.

Arsenal baru sekali merasakan kemenangan dari empat laga berlalu. Sisanya berakhir imbang. Fakta ini membuat mereka kini berada di posisi ketujuh, tertinggal enam poin dari penguasa klasemen, Chelsea.

Akhir pekan ini, The Gunners akan melanjutkan petualangan liga menghadapi Aston Villa.

Di tengah krisis di periode awal musim ini, sang manajer tetap berani mengapungkan optimismenya menyebut klubnya bisa berada di posisi bersaing merebut kampiun musim ini.

"Kami berada di posisi yang lebih nyaman untuk bersaing merebut gelar juara," tegas Wenger percaya diri, seperti dikutip Tribalfootball.

Wenger yakin dengan materi pemain Arsenal seperti saat ini, di mana diisi beberapa muka-muka bintang, torehan juara tinggal menunggu waktu saja.

"Kami mampu mempertahankan pemain-pemain kami dan membeli nama-nama besar seperti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez," imbuhnya.
20 September 2014 www.interbola.com

Facebook Page