Neymar Alami Cedera Engkel

Luis Enrique mengonfirmasi cederanya Neymar, namun masih belum bisa menentukan seberapa lama bintang Brasil itu harus menepi.

 


Neymar cedera saat melawan Levante.

 

Barcelona mendapat kabar yang kurang mengenakkan setelah Neymar dikonfirmasi Luis Enrique mengalami cedera engkel selepas kemenangan 5-0 atas Levante, Senin (22/9) dini hari WIB.

Sang penyerang Brasil itu terpaksa digantikan oleh Sandro Ramirez saat babak kedua berjalan enam menit setelah engkelnya bermasalah.

“Engkelnya sedikit terkilir, namun kami belum bisa menaksir kondisinya dengan pasti. Saat pergantian tersebut, saya juga sudah berencana menariknya keluar. Semoga cederanya tidak terlalu buruk,” ujar Enrique.

Soal performa Neymar di laga tersebut, Enrique sendiri mengaku puas sebagaimana ia menyumbang gol pembuka sebelum Ivan Rakitic, Pedro, Sandro, dan Lionel Messi memantapkan kemenangan tersebut.

“Neymar punya banyak kualitas pada kaki-kainya dan dia juga sangat bagus saat melakukan serangan, tetapi saya lebih suka membicarakan seluruh tim. Saya bisa mengevaluasi pemain satu per satu, tetapi saya lebih mengapresiasi kerja tim,” tambahnya.

22  September  2014   www.interbola.com

Di Canio hanya melewatkan lima laga di awal Liga Primer Inggris musim 2013/14 sebelum didepak dari kursi kepelatihan Sunderland.

Paolo Di Canio

 menandai berakhirnya kiprah manajerial Paolo Di Canio di Liga Primer Inggris usai dipecat manajemen Sunderland, setelah hanya menangani klub dengan durasi enam bulan.

Perjalanan karier juru taktik asal Italia itu memang sempat diragukan di awal pengangkatannya di tubuh The Black Cats, dengan adanya sejumlah prediksi miring yang menyebutkan dirinya hanya akan bertahan paling lama satu musim. Namun kenyataan yang terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Ditunjuk sebagai manajer semusim sebelumnya dan berhasil menyelamatkan Sunderland dari jerat degradasi, hal itu tak memberikan jaminan bagi Di Canio untuk memberikan peningkatan prestasi dalam kampanye musim lalu.

Perombakan besar yang dilakukan pria 46 tahun itu di pasukan asal Stadium of Light disinyalir turut memberikan andil dalam pelengseran dirinya dari tampuk kepelatihan. Bagaimana tidak, 14 pemain ia datangkan di awal musim lalu dan melepas tiga pilar penting klub yakni Simon Mignolet, James McClean dan Stephane Sessegnon.

Imbas dari keputusan Di Canio itu adalah buruknya performa klub, dengan hanya mampu mengoleksi satu poin dari lima laga awal yang dijalani. Hal itu tentu tidaklah memuaskan bagi pemilik klub dan kemudian memutuskan untuk memecat dirinya usai menelan kekalahan telak 3-0 dari West Bromwich Albion.

Selain sisi teknis, beredar rumor lain tentang pendepakan Di Canio tentang adanya perlawanan dari para pemain Sunderland yang saat itu merasa tidak cocok dengan gaya kepelatihannya yang diklaim 'brutal, keras dan tempramental,' yang mendapat pembenaran dari pimpinan eksekutif klub, Margaret Byrne.

Usai mengakhiri kiprah singkatnya bersama Sunderland, hingga saat ini Di Canio tak terikat dengan klub manapun dan belum terdengar kabar untuk segera kembali merambah dunia kepelatihan di lapangan hijau.

22-09-2014     www.interbola.com

Martin Keown: Diego Costa, Perpaduan Dennis Bergkamp & Didier Drogba

Diego Costa calon topskor Liga Primer Inggris

Legenda Arsenal Martin Keown menilai striker Chelsea Diego Costa merupakan perpaduan komplet antara Dennis Bergkamp dan Didier Drogba.

Pemain internasional Spanyol ini telah mencetak tujuh gol dalam empat laga yang dilakoninya sejak berseragam Chelsea. Dia pindah ke Stamford Bridge dari Atletico Madrid dengan nilai transfer £32 juta di musim panas ini. Di bulan Agustus, dia dinobatkan sebagai pemain terbaik bulan itu.

"Dia adalah campuran dari sentuhan Dennis Bergkamp dan kekuatan dan kehadiran Didier Drogba," nilai Keown kepada Daily Mail.

"Dia bisa mencetak gol sempurna dan itu tidak biasa. Dia antisipatif, lapar dan dia tidak soal mencetak gol bagaimana pun caranya."

"Setiap bek di Liga Primer Inggris harus menikmati prospek menghadapi pemain seperti Costa."

Manchester City akan menjadi lawan lanjutan Chelsea di partai Liga Primer Inggris akhir pekan ini.
21 September 2014   www.interbola.com

Frank Lampard secara dramatis membatalkan potensi kemenangan Chelsea lima menit sebelum bubaran.

Laporan Pertandingan: Manchester City 1-1 Chelsea

Rekor sempurna Chelsea di Liga Primer Inggris musim ini berakhir menyusul hasil imbang 1-1 melawan sepuluh personel Manchester City di Etihad, Minggu (21/9). Memetik keunggulan lebih dulu lewat Andre Schurrle, setelah sebelumnya Pablo Zabaleta dikartu merah, The Blues batal meraih kemenangan menyusul gol penyeimbang Frank Lampard, notabene legenda mereka sendiri yang kini berseragam City.

Terhentinya catatan 100 persen toh belum menjatuhkan Chelsea dari pucuk klasemen. Mereka masih unggul tiga angka atas Southampton dan Aston Villa. Sedangkan City sebagai juara bertahan menempati peringkat keenam, tetap berselisih lima poin dari pesaing mereka asal London Barat.

Babak Pertama

Dengan Sergio Aguero dan Edin Dzeko dipasang langsung dari menit pertama, Manchester City langsung menerapkan gelombang tekanan ke pertahanan Chelsea begitu wasit Mike Dean meniup peluit tanda mulainya pertandingan.

Setidaknya dua peluang telah diperoleh City dalam sepuluh menit pembuka, semuanya lewat sundulan. Pertama tandukan Dzeko dari umpan Aleksandar Kolarov melebar, sementara usaha Yaya Toure membelokkan tendangan penjuru David Silva sudah akurat, namun terlalu lemah sehingga mudah ditangkap Thibaut Courtois.

Chelsea, yang begitu digdaya atas empat lawan pertama mereka di liga, kesulitan mengembangkan permainan hingga pertengahan babak pertama. Lini pertahanan City yang dipimpin Vincent Kompany, kali ini berduet dengan debutan Eliaquim Mangala, tampil solid untuk meredam Diego Costa. The Blues lebih banyak mengandalkan situasi bola mati untuk memberikan ancaman buat Eastlands.

Di ujung lain lapangan, City masih rutin menggedor pertahanan Chelsea, terutama melalui tusukan dan umpan silang James Milner di kanan serta Kolarov di sisi sebaliknya. Namun skor kacamata masih terus mengiringi pertandingan sampai usainya 45 menit awal.

Babak Kedua

City melanjutkan tekanan mereka selepas interval dan mendapatkan dua kesempatan emas dalam rentang seperempat jam awal paruh kedua. Sebuah bola liar di depan kotak penalti Chelsea disambar tembakan keras Fernandinho yang masih melenceng.

Tidak berselang lama, satu serangan City berujung dengan sepakan akurat Aguero dari dalam area, namun Courtois mementahkannya dengan gemilang dan upaya Dzeko menghantam bola rebound kandas oleh tekel lugas Ramires.

Terus berada di bawah tekanan, Chelsea memetik keuntungan dengan kartu kuning kedua Pablo Zabaleta akibat pelanggaran pada Diego Costa.

Pengusiran bek kanan Argentina itu menjadi titik balik laga dan nyaris seketika, Chelsea sukses memecahkan kebuntuan skor. Dalam sebuah skema serangan balik kilat, Eden Hazard mengirim umpan silang mendatar dari sisi kanan yang disempurnakan sontekan Andre Schurrle (71').

Chelsea berpeluang menambah angka sepuluh menit menjelang bubaran ketika Fabregas mengirim bola terobosan matang yang disambut tendangan Costa. Sayang, bola hanya menabrak tiang.

Kubu tuan rumah sendiri ogah menyerah mengejar ketertinggalan terlepas dari kurangnya jumlah personel, dan mereka secara dramatis menyamakan skor lewat Frank Lampard! Ya, legenda Chelsea itu membuyarkan kemenangan mantan klubnya tak sampai sepuluh menit setelah dimasukkan Pellegrini. Dengan aksi khasnya, Lamps merangsek dari lini kedua dan menyontek masuk umpan tarik Milner dari kiri.

Susunan Pemain:

Man. City (4-4-2): Hart; Zabaleta, Kompany, Mangala, Kolarov; Milner, Fernandinho, Toure, Silva; Aguero, Dzeko

Cadangan: Caballero, Sagna, Demichelis, Clichy, Lampard, Nasri, Navas

Chelsea (4-2-3-1): Courtois; Ivanovic, Cahill, Terry, Azpilicueta; Ramires, Matic; Willian, Fabregas, Hazard; Costa

Cadangan: Cech, Filipe Luis, Mikel, Oscar, Schurrle, Remy, Drogba

22-09-2014     www.interbola.com

Filippo Inzaghi: AC Milan Santai Hadapi Juventus

Inzaghi hadapi Juventus tanpa beban.
Pelatih AC Milan, Filippo Inzaghi, menyebut timnya bakal bertanding melawan Juventus tanpa beban di San Siro, pada giornata ketiga Serie A Italia 2014/15, Minggu (21/9) dini hari WIB.

Meski begitu Pippo jelas ingin timnya tampil dengan performa terbaik. Ia optimistis hal itu bisa dilakukan karena faktor tuan rumah yang diemban I Rossonerri.

"Akhir pekan ini akan menjadi pertandingan yang luar biasa hebat. Saya bahagia dengan Milan. Kami bisa bermain dengan tanpa beban esok," ujar Inzaghi, seperti dilansir Football Italia.

"Kami tahu kekuatan mereka, namun kami memiliki keuntungan bermain di San Siro. Para tifosi bisa membantu kami. Kami harus bermain dengan gaya klasik yang sempurna dan kami akan memberikan semua kemampuan kami!" tegasnya optimistis.
21 September 2104  www.interbola.com

Facebook Page